Kompleks Pemakaman Muslim Dibangun
Sejak beberapa tahun terakhir, banyak orang luar daerah berencana membangun rumah di Provinsi DIY, baik sebagai investasi anak yang menuntut ilmu atau tempat menghabiskan hari tua. Khususnya, di kawasan Kota Yogyakarta dan Kabupaten Sleman. Karena itu, tanpa terasa permukiman makin padat, sebaliknya lahan terbuka makin sempit. Termasuk, di areal pemakaman umum, baik yang dikelola pemerintah maupun swadaya masyarakat.
Pemkot Yogyakarta, misalnya mengelola tempat pemakaman umum (TPU) Sasana Pracimoloyo, Kuncen, Kecamatan Wirobrajan, TPU Utaralaya di Kecamatan Tegalrejo, TPU Sasanalaya, Kecamatan Mergangsan dan TPU Sarilaya di Kecamatan Mantrijeron.
Ketua Yayasan Bunga Selasih Yogyakarta, Drs HIN Mufti Abu Yazid, mengibaratkan kompleks pemakaman sebagai suatu komplek tinggal. Namun karena makin padat dan sulit mendapatkan tempat pemakaman, Yayasan Bunga Selasih (YBS) mulai merencanakan pembangunan kompleks pemakaman khusus bagi muslim. Terlebih, yayasan yang berdiri sejak 1 April 1988 itu tiap hari mengurus 7-8 jenazah. Jadi sulit membayangkan bagaimana untuk pemakaman 5-10 tahun atau lebih ke depan.
Untuk maksud itu, katanya, Mufti Abu Yazid sudah menemukan lokasi yang pas. Yaitu di Dusun Jitengan, Desa Balecatur, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman. (P58-72)
Sumber: Suara Merdeka

Recent Comments